Pertanyaan yang Terdengar Jelas, Tapi Tidak Bisa Dijawab
Pertanyaan yang Terdengar Jelas, Tapi Tidak Bisa Dijawab
Satu sore di ruang rapat
Bayangkan kamu bekerja di sebuah klinik pratama di pinggiran kota. Dalam rapat bulanan, pemilik klinik melempar satu pertanyaan yang terdengar sangat masuk akal:
"Sebenarnya pelayanan kita sudah membaik atau belum?"
Semua orang mengangguk. Pertanyaannya jelas, penting, dan tidak berbelit. Lalu kamu ditugaskan menjawabnya dengan data.
Malamnya kamu membuka berkas kunjungan pasien. Ada ribuan baris. Ada kolom tanggal, kolom nama petugas, kolom keluhan, kolom jam datang, kolom jam dipanggil. Semua tersedia. Dan justru di titik itu kamu macet.
Macetnya bukan karena kamu tidak bisa berhitung. Macetnya karena kamu tidak tahu harus menghitung apa.
Tiga lubang yang membuat pertanyaan itu macet
Kalau kita bedah, pertanyaan "apakah pelayanan kita sudah membaik" menyembunyikan tiga hal yang tidak pernah disebutkan.
Lubang pertama: siapa yang diukur. Pelayanan kepada siapa? Semua pasien? Hanya pasien rawat jalan? Termasuk yang datang lalu pulang tanpa dilayani karena antrean panjang? Selama kelompok ini tidak dibatasi dengan tegas, angka apa pun yang kamu hasilkan bisa dibantah dengan satu kalimat: "Ah, itu kan tidak mewakili pasien saya."
Lubang kedua: apa yang diukur. Kata "pelayanan" bukan sesuatu yang bisa dicatat di kolom. Yang bisa dicatat adalah waktu tunggu dalam menit, jumlah keluhan tertulis, penilaian pasien pada skala tertentu, atau persentase resep yang tersedia di apotek. Masing-masing memberi jawaban berbeda, dan semuanya sah disebut "pelayanan". Selama kamu tidak memilih, kamu sedang mengukur kabut.
Lubang ketiga: bentuk angkanya. Ini yang paling sering dilewati. Waktu tunggu 42 menit dan penilaian kepuasan "4 dari 5" sama-sama berupa angka, tetapi keduanya adalah jenis angka yang sama sekali berbeda. Yang pertama boleh dirata-ratakan, dibagi, dan dibandingkan sebagai kelipatan. Yang kedua tidak selalu. Kalau perbedaan ini tidak kamu kuasai, kamu akan menghasilkan perhitungan yang rapi di layar tetapi tidak berarti apa-apa secara logika — dan tidak ada program komputer yang akan menegurmu.
Kenapa modul ini tidak dimulai dari rumus
Ada anggapan umum bahwa statistika adalah pelajaran tentang rumus. Anggapan itu keliru pada urutannya, bukan pada isinya. Rumus memang ada dan nanti akan kita pakai, tetapi rumus adalah alat terakhir dalam rantai kerja, bukan yang pertama.
Rantai kerjanya begini: pertanyaan yang kabur harus diubah dulu menjadi pertanyaan yang tajam; pertanyaan yang tajam menentukan siapa yang harus diukur; siapa yang diukur menentukan bentuk tabel datamu; bentuk tabel data menentukan skala tiap kolom; dan barulah skala menentukan perhitungan mana yang boleh dipakai.
Kesalahan di ujung rantai — salah rumus — biasanya ketahuan dan mudah diperbaiki. Kesalahan di pangkal rantai — salah menentukan siapa yang diukur — tidak pernah ketahuan dari hasil perhitungannya, karena hasilnya tetap keluar dengan rapi. Itu sebabnya kita mulai dari pangkal.
Yang akan kamu kuasai di modul ini
Selesai modul ini, kamu akan bisa mengambil satu pertanyaan sehari-hari yang masih kabur, lalu:
- Menyebutkan populasinya lengkap dengan batas siapa, di mana, dan kapan.
- Memutuskan apa yang diwakili oleh satu baris data — orang, kunjungan, transaksi, hari, atau wilayah — dan sadar akan konsekuensinya.
- Menyebut variabel mana yang akan menjawab pertanyaan itu, bukan sekadar menyebut temanya.
- Menggolongkan tiap variabel ke skalanya, dengan alasan yang bisa kamu pertahankan kalau ditanya.
- Menuliskan ulang pertanyaan tadi dalam bentuk yang bisa dijawab angka.
Satu peringatan kecil di awal
Modul ini akan terasa lambat. Kamu tidak akan menghitung apa pun sampai selesai. Rasa ingin cepat melompat ke perhitungan itu wajar, dan justru rasa itulah yang membuat banyak analisis berakhir dengan angka yang tidak bisa dipertanggungjawabkan saat ditanya orang lain.
Berlatih memperlambat di bagian awal adalah keterampilan yang membedakan orang yang bisa menjalankan program statistik dari orang yang bisa menjawab pertanyaan dengan data.