Keluhan yang Belum Menjadi Pekerjaan
Rapat yang berakhir tanpa pekerjaan
Bayangkan rapat pengurus sebuah koperasi simpan pinjam di ibu kota kabupaten. Bendahara membuka laporan, lalu berkata dengan nada yang terdengar sangat masuk akal: "Setoran tabungan anggota terus menurun setahun terakhir. Coba kita pakai data mining untuk mencari tahu kenapa anggota berhenti menabung."
Semua orang mengangguk. Tidak ada yang keberatan. Dan justru di situ masalahnya: kalimat tadi belum bisa dikerjakan oleh siapa pun. Ia adalah keluhan yang sah, tetapi belum menjadi pekerjaan.
Coba perhatikan. Satu kalimat itu bisa dibaca sedikitnya dengan tiga cara berbeda:
- "Berapa banyak anggota yang berhenti menyetor sepanjang tahun lalu, dan di ranting mana paling banyak?" — ini pertanyaan hitungan. Jawabannya ada di dalam data yang sudah tersimpan, tinggal dijumlahkan dan dikelompokkan.
- "Anggota mana yang paling mungkin berhenti menyetor dalam tiga bulan ke depan, supaya petugas lapangan bisa mengunjunginya lebih dulu?" — ini pertanyaan perkiraan tentang masa depan, per orang, dan hasilnya berupa daftar prioritas.
- "Ada berapa tipe kebiasaan menabung di antara anggota kita, dan apa ciri masing-masing?" — ini pertanyaan pengelompokan, yang berguna kalau koperasi ingin merancang produk simpanan yang berbeda-beda.
Ketiganya sah. Ketiganya membutuhkan data, tenaga, dan waktu yang berbeda. Ketiganya menghasilkan keluaran yang bentuknya sama sekali tidak mirip: yang pertama menghasilkan tabel, yang kedua menghasilkan daftar nama berurut prioritas, yang ketiga menghasilkan sekumpulan kelompok yang harus diberi nama dan ditafsirkan.
Kalau Anda salah menebak yang mana yang sebenarnya dimaksud pengurus, hasil kerja tiga bulan akan berakhir sebagai lampiran yang tidak dibaca siapa pun. Bukan karena analisisnya keliru, tetapi karena ia menjawab pertanyaan yang tidak sedang ditanyakan.
Kenapa modul ini dimulai dari pertanyaan, bukan dari algoritma
Ada anggapan umum bahwa pekerjaan data mining terutama soal memilih algoritma yang tepat. Kenyataannya, algoritma adalah bagian yang paling mudah dipelajari dan paling mudah diganti. Yang sulit — dan yang membedakan proyek yang berguna dari proyek yang mubazir — adalah merumuskan pekerjaannya dengan benar sejak awal.
Alasannya sederhana: kesalahan pada tahap perumusan tidak bisa ditambal oleh model yang lebih canggih. Kalau alamat tujuan Anda salah, mengganti motor dengan mobil balap hanya membuat Anda sampai lebih cepat ke tempat yang salah.
Peta perjalanan sebuah proyek penggalian data
Proyek data mining yang tertib biasanya melewati enam langkah:
- Memahami kebutuhan organisasi — apa yang sebenarnya mengganggu, dan keputusan apa yang menunggu jawaban.
- Merumuskan tugas data mining — menerjemahkan kebutuhan tadi menjadi pernyataan teknis yang jelas.
- Menelusuri dan menilai data yang tersedia — apakah datanya ada, sejak kapan, dan seberapa bisa dipercaya.
- Menyiapkan data — membersihkan, menggabungkan, dan menyusun ulang agar siap diolah.
- Membangun dan menguji model — di sinilah algoritma akhirnya masuk.
- Menerjemahkan hasil menjadi keputusan, lalu memantaunya — karena model yang tidak dipakai sama saja dengan tidak ada.
Enam langkah ini bukan garis lurus. Sangat lazim orang sampai di langkah 3, menemukan bahwa data yang dibutuhkan ternyata tidak pernah dicatat, lalu kembali ke langkah 2 untuk merumuskan ulang tugasnya. Kerangka kerja bertahap semacam ini sudah lama dipakai di industri — salah satu penamaan yang paling dikenal adalah CRISP-DM — dan modul ini memakai penamaan sederhana saja agar mudah diikuti.
Seluruh modul ini tinggal di langkah 1 dan 2. Langkah 3 sampai 6 adalah isi modul-modul berikutnya.
Yang akan Anda kerjakan di modul ini
Di akhir modul, Anda diharapkan bisa mendengar sebuah keluhan organisasi lalu mengerjakan tiga hal: menentukan jenis tugas data mining yang cocok, menuliskannya sebagai pernyataan tugas yang lengkap, dan menilai apakah masalah itu memang pantas digarap dengan data mining.
Satu catatan penting sebelum mulai
Tidak semua masalah pantas digarap dengan data mining. Sebagian cukup dijawab dengan laporan bulanan biasa. Sebagian lagi sebenarnya masalah proses kerja — penyebabnya sudah diketahui semua orang, tinggal dibereskan.
Menyimpulkan "masalah ini tidak perlu data mining" setelah pemeriksaan yang tertib bukanlah kegagalan. Itu hasil kerja yang baik, dan sering kali menghemat berbulan-bulan tenaga orang lain.