Senin Pagi, Empat Angka yang Tidak Cocok
Rapat yang berhenti di menit kelima
Bayangkan kamu baru bergabung di tim pemasaran Rasa Kita, produsen bumbu masak instan. Perusahaan ini berjualan lewat empat jalur sekaligus: situs resmi, aplikasi ponsel, dua toko di lokapasar, dan pesan WhatsApp ke nomor layanan pelanggan. Setiap Senin pagi ada rapat singkat untuk melihat capaian minggu lalu.
Minggu ini rapat berhenti di menit kelima. Empat orang membawa empat angka untuk satu pertanyaan yang sama: berapa banyak orang yang membeli produk kita minggu lalu?
| Siapa | Sumber angka | Angka |
|---|---|---|
| Pemasaran digital | Dasbor analitik situs | 412 pembelian |
| Tim iklan | Dasbor platform iklan | 530 pembelian dari iklan saja |
| Keuangan | Basis data pesanan | 388 pesanan, 21 di antaranya batal |
| Layanan pelanggan | Catatan percakapan WhatsApp | 46 pesanan yang tidak pernah menyentuh situs |
(Angka-angka di atas adalah data kasus buatan untuk latihan, bukan data nyata sebuah perusahaan.)
Perhatikan satu keanehan yang paling mengganggu: tim iklan mengaku menghasilkan 530 pembelian, padahal seluruh situs hanya mencatat 412. Bagaimana satu kanal bisa menghasilkan lebih banyak daripada totalnya sendiri?
Dua reaksi yang sama-sama merugikan
Orang yang baru masuk ke dunia analitik biasanya bereaksi dengan salah satu dari dua cara, dan keduanya merugikan.
Reaksi pertama: menuduh ada sistem yang rusak. "Pasti pemasangan kodenya salah," atau lebih buruk, "pasti tim iklan menggelembungkan angka." Reaksi ini membakar waktu berminggu-minggu untuk memburu kerusakan yang tidak ada, dan merusak kepercayaan antar tim.
Reaksi kedua: memilih angka yang paling menyenangkan. Kalau rapatnya soal keberhasilan kampanye, angka 530 terdengar paling enak. Kalau rapatnya soal penghematan, angka 388 lebih aman. Keputusan yang lahir dari kebiasaan ini kelihatan berbasis data, padahal sebenarnya berbasis selera.
Yang sebenarnya terjadi
Dalam kasus seperti ini, hampir selalu keempat sistem bekerja normal. Yang berbeda bukan kebenarannya, melainkan pertanyaan yang sebenarnya mereka jawab.
- Analitik situs menghitung peristiwa pembelian yang terjadi di situs, dan hanya yang berhasil terekam oleh peramban.
- Platform iklan menghitung pembelian yang ia klaim sebagai hasil iklannya, memakai aturan dan rentang waktu miliknya sendiri. Satu pembelian yang sama bisa diklaim oleh dua platform sekaligus.
- Basis data pesanan menghitung transaksi yang benar-benar masuk ke sistem penjualan, termasuk yang lahir di lokapasar dan yang kemudian dibatalkan.
- Catatan WhatsApp memuat pesanan yang tidak pernah lewat situs sama sekali, jadi mustahil muncul di dasbor analitik situs.
Empat angka itu bukan empat versi dari satu kebenaran. Itu empat pengukuran atas empat hal yang berbeda, yang kebetulan sama-sama diberi nama "pembelian".
Keterampilan yang sebenarnya kamu butuhkan
Banyak orang mengira analitik digital dimulai dari rumus, grafik, atau alat. Kenyataannya, kesalahan analitik yang paling mahal jarang bersifat matematis. Kesalahan itu bersifat definisi: kita menjumlahkan hal-hal yang tidak sejenis, atau membandingkan dua angka yang sejak awal tidak sebanding.
Maka modul pertama ini tidak mengajarkan alat. Modul ini mengajarkan kosakata yang membuat kamu bisa menunjuk dengan tepat apa yang sedang dihitung. Ada tiga keluarga kosakata yang akan dipakai di seluruh kelas:
- Satuan analisis — apakah yang kita hitung itu peristiwa, sesi, pengguna, atau akun. Ini penyebab paling sering angka berubah drastis padahal datanya sama.
- Metrik dan dimensi — mana yang "angka yang dihitung" dan mana yang "potongan yang membatasi". Salah menempatkan dimensi menghasilkan kesimpulan yang terbalik.
- Sumber data — apa saja jejak yang tersedia di sebuah organisasi, dan pertanyaan apa yang bisa serta tidak bisa dijawab masing-masing.
Kalau modul ini berhasil
Di akhir modul, kamu tidak akan lagi bertanya "angka mana yang benar?". Kamu akan bertanya: satuannya apa, periodenya kapan, dimensinya dipasang di tingkat mana, dan sumbernya mencakup kanal apa saja. Kamu juga akan bisa menjawab pertanyaan Senin pagi tadi dengan kalimat yang tenang: keempat angka itu benar, dan inilah angka yang tepat untuk keputusan yang sedang kita ambil.
Itu bukan keterampilan teknis tingkat lanjut. Itu keterampilan dasar, dan justru karena dasar, ia menentukan mutu semua analisis yang kamu buat sesudahnya.