Transkripnya sudah menumpuk, tapi analisisnya belum dimulai
Situasi yang hampir selalu terjadi
Seorang peneliti selesai mewawancarai sebelas orang. Rekamannya rapi, transkripnya tebal, setiap orang bercerita panjang dan jujur. Ia lalu duduk di depan layar untuk menulis bagian hasil. Yang keluar kira-kira begini:
“Informan pertama menyatakan bahwa ia merasa kewalahan. Informan kedua menyampaikan hal serupa. Informan ketiga menambahkan bahwa waktu istirahatnya berkurang. Informan keempat…”
Tiga halaman kemudian tulisan itu berhenti — bukan karena selesai, tetapi karena kehabisan tenaga. Dibaca ulang, ada yang terasa salah tetapi sulit ditunjuk letaknya. Semua kalimatnya benar. Semua kutipannya asli. Namun pembaca yang teliti akan berkata satu hal yang menyakitkan: ini laporan wawancara, bukan analisis.
Kalau Anda pernah berada di titik itu, atau sedang menuju ke sana, modul ini ditulis untuk Anda.
Kenapa itu bisa terjadi
Penyebabnya jarang soal kerajinan. Peneliti tadi bekerja keras. Penyebabnya adalah ia masuk ke data tanpa tahu apa yang sedang ia cari. Ia seperti orang yang pergi ke pasar tanpa daftar belanja: semua terlihat menarik, semua dipungut, pulang-pulang keranjangnya penuh tetapi tidak bisa dimasak menjadi satu hidangan.
Dalam penelitian kualitatif, “daftar belanja” itu ditentukan oleh pendekatan analisis yang dipilih. Pendekatan bukan sekadar label yang ditempel di bagian metode agar terlihat resmi. Pendekatan menentukan tiga hal yang sangat praktis:
- Apa yang Anda cari ketika membaca transkrip baris demi baris.
- Apa yang Anda abaikan — dan ini sama pentingnya, karena data kualitatif selalu lebih kaya daripada yang sanggup Anda pakai.
- Seperti apa bentuk halaman terakhir laporan Anda kalau pekerjaannya berhasil.
Orang yang tidak memutuskan nomor tiga sejak awal biasanya berputar-putar di nomor satu selama berminggu-minggu.
Kesalahan yang paling mahal
Banyak peserta kelas mengira kesalahan terbesar dalam analisis kualitatif adalah salah memberi kode pada sebuah kalimat. Bukan. Kesalahan seperti itu murah: satu kode keliru bisa diperbaiki dalam dua menit.
Kesalahan yang mahal adalah salah pendekatan sejak hari pertama. Contohnya nyata dan sering: seseorang mengumpulkan data selama tiga bulan, mengodenya selama tiga minggu, lalu baru sadar bahwa pertanyaan penelitiannya sebenarnya menuntut sebuah model proses — “bagaimana seseorang berubah dari kondisi A ke kondisi B” — sementara yang ia kerjakan adalah pengelompokan makna yang tidak pernah bisa menghasilkan model semacam itu. Data yang sama harus dibaca ulang dengan mata yang berbeda, dan pengumpulan datanya pun ternyata kurang tepat sasaran karena tidak dirancang untuk mengejar proses.
Itulah sebabnya modul pembuka kelas ini bukan berisi cara mengode. Modul ini berisi cara memutuskan apakah analisis tematik memang alat yang tepat untuk pekerjaan Anda — dan cara mengenali dengan cepat kapan ia bukan alat yang tepat.
Yang akan Anda kerjakan di modul ini
Kita akan bergerak dalam urutan berikut:
- Unit 2 membedah satu gagasan besar: analisis tematik mencari pola makna lintas orang, bukan ringkasan tiap orang. Di sini kita bandingkan secara berdampingan dengan tiga pendekatan tetangga yang paling sering tertukar: fenomenologi, grounded theory, dan analisis isi. Pembandingnya bukan definisi, melainkan dua hal yang bisa diperiksa: tujuan analisis dan bentuk hasil akhirnya.
- Unit 3 membahas kenyataan yang sering disembunyikan dalam tulisan metode: dalam analisis tematik, alat ukurnya adalah peneliti itu sendiri. Kita telusuri apa konsekuensinya — terhadap pertanyaan yang boleh diajukan dan terhadap klaim yang boleh ditulis.
- Unit 4 mengerjakan satu kasus dari awal sampai selesai: sebuah pertanyaan penelitian yang mula-mula tidak layak, diuji, lalu dirumuskan ulang, lalu dibayangkan bentuk hasil akhirnya.
- Unit 5 membereskan enam salah paham yang paling sering membuat analisis tematik terlihat dangkal.
- Unit 6 dan 7 menguji dan merangkum.
Cara membaca modul ini
Siapkan satu pertanyaan penelitian milik Anda sendiri — boleh yang masih mentah, boleh yang sudah ditulis rapi. Setiap kali unit ini memberi saringan atau pertanyaan uji, jangan hanya membacanya; kenakan pada pertanyaan Anda sendiri dan tulis jawabannya. Di akhir modul, Anda akan punya satu keputusan yang beralasan: analisis tematik cocok untuk pekerjaan saya, atau tidak — dan Anda bisa menjelaskan alasannya kepada orang lain tanpa gugup.
Itu terdengar sederhana. Tetapi keputusan itulah yang menyelamatkan berminggu-minggu kerja di kemudian hari.