Musyawarah para Burung: Sebuah Alegori tentang Jalan Panjang para Pencari Kebenaran

Musyawarah para Burung: Sebuah Alegori tentang Jalan Panjang para Pencari Kebenaran

Rp135.000

Harga dilihat 2026-08-22 · belum termasuk ongkir

Titip beli — ongkir belum bisa dihitung. Kami belum tahu dari kota mana nourabooks.co.id mengirim, jadi ongkirnya belum bisa kami pastikan dan pesanan belum bisa kami terima. Barangnya tetap kami tampilkan lengkap dengan harganya supaya kamu bisa membandingkan.
Kirim ke mana? (wajib)
  • Dana ditahan sampai barang diterima — kalau harganya melewati batas atas, kami tidak membeli dan dana kembali utuh.
  • Faktur atas nama PT Riset Sinergi Sosial, bisa dilampirkan ke laporan dana penelitian.
  • Dibelikan manual oleh tim kami, biasanya 1×24 jam kerja.

Keterangan dari toko

Tentang Penulis Fariduddin Attar (1145–1220 M), adalah salah satu penyair dan pemikir mistik paling berpengaruh dalam tradisi Persia. Ia lahir di Nishapur, sebuah kota penting di wilayah timur laut Iran. Riwayat hidupnya tidak banyak tercatat secara historis dan sering bercampur dengan kisah-kisah simbolik yang berkembang dari generasi ke generasi. Namun demikian, ada beberapa hal yang cukup jelas: sebelum dikenal sebagai penyair besar, Attar bekerja sebagai seorang apoteker. Nama “Attar” sendiri berarti peracik parfum atau obat, yang mencerminkan profesinya sebagai penyembuh jasmani—sekaligus menjadi simbol perannya kelak sebagai “penyembuh ruhani” melalui karya-karyanya. Dalam praktiknya sebagai tabib, Attar berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat. Ia mendengar kisah penderitaan, harapan, dan pergulatan hidup manusia secara langsung. Pengalaman ini diyakini membentuk kedalaman empati dan refleksi spiritualnya. Di tengah aktivitas tersebut, ia mulai menulis karya-karya awalnya, seperti Mosibat-nāma dan Elāhī-nāma . Berbeda dengan banyak penyair sezamannya, Attar tidak tertarik menjadi penyair istana yang menggantungkan hidup pada pujian kepada penguasa. Ia dengan tegas menolak keterikatan semacam itu dan memilih jalan independen sebagai penulis. Perjalanan spiritual Attar menjadi bagian yang paling misterius dalam hidupnya. Tidak ada catatan pasti mengenai guru atau tarekat yang membimbingnya secara formal. Dalam tradisi tasawuf, seorang murid biasanya dibimbing oleh seorang mursyid, namun pada diri Attar, hal ini tidak terdokumentasi dengan jelas. Sebagian riwayat menyebutkan bahwa ia mengalami transformasi batin setelah peristiwa pertemuannya dengan seorang darwis pengembara yang wafat secara tiba-tiba di hadapannya. Peristiwa tersebut mengguncang jiwanya dan mendorongnya meninggalkan kehidupan duniawi untuk menempuh jalan pencarian spiritual. Filsafat dan puisi Attar sangat dipengaruhi banyak pemikir dan sufi agung, terutama oleh Abu Yazid al-Bis

Barang lain yang mungkin cocok